Welcome to AyoCekHPV
 

Apa itu Kanker Leher Rahim?

Kanker leher rahim (serviks) adalah jenis kanker yang muncul di bagian bawah rahim, tepat di area yang menghubungkan rahim dengan vagina.


Penyakit ini bisa dialami oleh siapa saja— tanpa memandang usia, terutama perempuan yang sudah pernah aktif secara seksual. Namun, wanita yang tidak aktif secara seksual juga tetap berisiko terjangkit melalui kontak kulit ke kulit.

Penyebab utamanya adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), yaitu virus yang bisa menular melalui hubungan seksual dan kontak kulit ke kulit. Infeksi ini sering kali tidak menimbulkan gejala, tapi jika dibiarkan, bisa berkembang menjadi kanker.

Tahukah kamu? Ada lebih dari 200 Jenis HPV yang berbeda!

Tapi... tidak semuanya berbahaya, kok. Yuk kenalan dengan dua kelompok utama HPV:

  • Infeksi oleh jenis HPV ini tidak menyebabkan kanker.
  • Contohnya HPV 6, 11, dan ratusan lainnya.
  • Biasanya, tubuh akan membersihkan infeksi ini sendiri dalam 12–24 bulan. Jadi, meskipun bisa menimbulkan kutil kelamin atau infeksi ringan, risiko jangka panjangnya rendah.
  • Jenis ini yang perlu lebih diwaspadai karena bisa berkembang menjadi kanker leher rahim.
  • Contohnya HPV 16 dan 18
  • Kalau kamu terinfeksi jenis ini, penting untuk konsultasi ke dokter meskipun tubuh kita kadang bisa membersihkannya sendiri.
 
 
 

Waspadai Faktor Risiko Kanker Leher Rahim

Meskipun infeksi HPV jadi penyebab utama, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker leher rahim, di antaranya:

Sistem imun yang lemah.3,4

Merokok, termasuk sebagai perokok pasif.4

Infeksi seperti klamidia, kencing nanah, dan HIV/AIDS.3

Konsumsi pil KB lebih dari 5 tahun berturut-turut.5

Infeksi seperti klamidia, kencing nanah, dan HIV/AIDS.5

Faktor-faktor ini bukan penyebab langsung, tapi bisa membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi HPV yang berisiko tinggi berkembang menjadi kanker.

Kanker leher rahim menempati peringkat kedua jenis kanker yang terbanyak dialami wanita Indonesia.7

Setiap 25 menit, 1 perempuan meninggal karena kanker leher rahim.

Akibatnya lebih dari 21,000 perempuan meninggal setiap tahun karena penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dan dideteksi sejak dini.

Ada lebih dari 36,000 kasus baru setiap tahunnya, dan 70% diantaranya ditemukan saat sudah stadium lanjut.

Tapi yang menyedihkan, hanya sekitar 7% perempuan di Indonesia yang sudah pernah menjalani skrining kanker leher rahim. Artinya, masih banyak yang belum tahu atau belum punya akses ke layan an ini.

Kenapa Deteksi Dini Masih Rendah?6

Meskipun kanker leher rahim bisa dicegah dan disembuhkan, tingkat deteksi dini di Indonesia masih sangat rendah. Beberapa alasannya adalah:

  1. Kurangnya kesadaran — Banyak perempuan belum tahu pentingnya skrining rutin untuk mencegah kanker ini. Terlebih lagi, tidak semua wanita mengerti bahwa mereka yang tidak aktif secara seksual pun tetap memiliki risiko.
  2. Tenaga medis dan fasilitas terbatas — Di beberapa daerah, akses ke layanan skrining masih belum merata.
  3. Lokasi layanan yang jauh atau sulit dijangkau, terutama bagi perempuan di wilayah terpencil.
  4. Stigma dan ketakutan — Masih ada yang menganggap kanker leher rahim sebagai aib atau vonis mati. Padahal, ini satu-satunya kanker yang bisa dicegah dan disembuhkan jika ditemukan sejak awal.

Mengapa Banyak Perempuan Masih Takut untuk Skrining Kanker Leher Rahim? 8

Takut dianggap tidak setia

Ada anggapan bahwa HPV hanya menyerang orang dengan banyak pasangan. Padahal, HPV bisa dialami siapa saja, termasuk yang hanya punya satu pasangan seumur hidup. Virus ini sangat umum, dan tidak ada hubungannya dengan kesetiaan.

Malu & takut dihakimi

Sebagian perempuan enggan periksa karena takut dinilai buruk oleh pasangan, keluarga, atau bahkan tenaga medis. Padahal, kesehatan kita jauh lebih penting daripada pendapat orang lain.

Takut pada prosedur pemeriksaan HPV DNA

Pemeriksaan HPV DNA itu aman dan nyaman. Bahkan sekarang ada metode self-sampling, jadi kamu bisa ambil sampel sendiri — lebih pribadi dan tidak perlu malu.

“Kalau hasilnya positif berarti kanker?”

Tidak selalu!
Hasil positif HPV bukan berarti kamu terkena kanker. Justru dari sini kamu bisa mengambil langkah pencegahan sebelum penyakit berkembang.

“Saya nggak ada gejala, jadi pasti aman”

Masalahnya, HPV sering tidak menimbulkan gejala sama sekali. Itulah kenapa skrining rutin penting — supaya bisa mendeteksi risiko sejak dini, sebelum terlambat.

Yuk, mulai langkah kecil dengan mengetahui kondisi kamu

Jadwalkan Skrining Kamu

Source:

  1. National Cancer Institute. Low-risk HPV Definition. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/low-risk-hpv
  2. Cancer Institute. High-risk HPV Definition. https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/ high-risk-hpv
  3. Mayo clinic. 2025. Cervical cancer risk factors. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501
  4. Collins, S., Rollason, T. P., Young, L. S., & Woodman, C. B. J. 2010. Cigarette smoking is an independent risk factor for cervical intraepithelial neoplasia in young women: A longitudinal study. European Journal of Cancer, 46(2), 405–411. https://doi.org/10.1016/j.ejca.2009.09.015
  5. klikdokter. 2021. Pil KB Bisa Menyebabkan dan Mencegah Kanker. https://www.klikdokter.com/info-sehat/kanker/pil-kb-bisa-menyebabkan-dan-mencegah-kanker?srsltid=AfmBOoo6mXTTzY25eZj5PCuXliIhC1rdH_WQ3GNFGSHCKEC99OycHH8q
  6. WHO. 2024. WHO, UNFPA commend Indonesia’s efforts to eliminate cervical cancer, urge streamlined vaccine strategy and enhanced screening. https://www.who.int/indonesia/news/detail/15-11-2024-who--unfpa-commend-indonesia-s-efforts-to-eliminate-cervical-cancer--urge-streamlined-vaccine-strategy-and-enhanced-screening
  7. HPV Information Centre. 2023. Indonesia Human Papillomavirus and Related Cancers, Fact Sheet 2023. https://hpvcentre.net/statistics/reports/IDN_FS.pdf
  8. Morse, R.M., Brown, J., Gage, J.C. et al. 2023. "Easy women get it": pre-existing stigma associated with HPV and cervical cancer in a low-resource setting prior to implementation of an HPV screen-and-treat program. BMC Public Health 23, 2396. https://bmcpublichealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12889-023-17324-w
  9. Kemenkes. 2025. Setiap 25 Menit 1 Perempuan Meninggal karena Kanker Serviks, Menkes Budi Tancap Gas Vaksin HPV! https://kemkes.go.id/id/setiap-25-menit-1-perempuan-meninggal-karena-kanker-serviks-menkes-budi-tancap-gas-vaksin-hpv
  10. Kemenkes. Mengenal Faktor Risiko Kanker Serviks. https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-faktor-risiko-kanker-serviks

Copyright ©2025 PT Roche Indonesia.
All rights reserved
[masukan nomor veevaa] | 2025
Kebijakan Privasi

Situs ini dipersembahkan oleh PT Roche Indonesia, Divisi Diagnostik

Ikuti Kami

Hubungi Kami

PT Roche Indonesia, Divisi Diagnostik  AIA Central Building, Lantai 36 Jl. Jendral Sudirman Kav. 48 A Jakarta 12930, Indonesia  Phone: +62 21 3041 3000